10 Ciri-Ciri Asam Lambung Naik dan Cara Mengatasinya

Asam lambung naik bisa dialami oleh siapa saja tanpa memandang usia. Kondisi ini tentu membuat Anda merasa tidak nyaman terutama nyeri di sekitar perut, mual hingga muntah, dan mulut terasa asam.

Asam lambung naik

Asam lambung naik

Asam lambung adalah kondisi dimana produksi asam lambung berlebihan atau terjadi gangguan dalam proses pengontrolan asam lambung di dalam lambung. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti nyeri perut, rasa terbakar di dada (heartburn), mual, muntah, dan gangguan pencernaan lainnya. 

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyakit asam lambung antara lain pola makan yang tidak sehat, stres, obesitas, kehamilan, dan merokok. Pengobatan dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat antasida, penghambat pompa proton, atau melakukan perubahan gaya hidup seperti menghindari makanan berlemak, pedas, dan asam.

Gejala penyakit asam lambung

Gejala penyakit asam lambung atau GERD dapat berbeda-beda antara individu satu dengan yang lainnya. Beberapa gejala yang umum terkait dengan asam lambung meliputi:

1. Nyeri atau sensasi terbakar di perut bagian atas (disebut juga nyeri ulu hati)
2. Perut kembung dan terasa penuh
3. Mual atau muntah
4. Mulas
5. Regurgitasi atau sensasi makanan kembali ke kerongkongan
6. Sering bersendawa
7. Gatal-gatal di tenggorokan
8. Batuk yang berkepanjangan
9. Kesulitan menelan (disfagia)
10. Suara serak atau hilangnya suara
11. Gangguan tidur atau nyeri dada saat berbaring
12. Nafsu makan menurun
13. Perubahan berat badan yang tidak diinginkan

Namun, penting untuk diketahui bahwa gejala-gejala di atas dapat disebabkan oleh kondisi lain yang tidak terkait dengan asam lambung. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut atau memiliki kekhawatiran mengenai kesehatan Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan perawatan yang tepat.

Faktor risiko

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko terjadinya asam lambung (gastroesophageal reflux disease/GERD) antara lain:

1. Obesitas: Berat badan yang berlebih dapat menekan perut dan menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.

2. Kebiasaan makan yang buruk: Mengonsumsi makanan berlemak, pedas, asam, atau berkarbonasi dapat menyebabkan peningkatan produksi asam lambung.

3. Konsumsi alkohol dan merokok: Alkohol dan merokok dapat merusak kerongkongan dan mengurangi fungsi katup antara perut dan kerongkongan, sehingga asam lambung menjadi lebih mudah naik.

4. Hamil: Perubahan hormonal selama kehamilan dapat mengurangi fungsi katup yang mengontrol aliran makanan dari perut ke kerongkongan, sehingga meningkatkan risiko asam lambung.

5. Usia tua: Produksi asam lambung cenderung menurun seiring bertambahnya usia, sehingga orang yang lebih tua berisiko lebih tinggi mengalami asam lambung.

6. Kondisi medis tertentu: Beberapa kondisi medis seperti hernia hiatal (suatu kondisi di mana sebagian kecil perut naik ke rongga dada melalui celah diafragma), diabetes, atau gangguan sistem saraf dapat meningkatkan risiko asam lambung.

7. Stress: Stres dan kecemasan yang berkepanjangan dapat mempengaruhi produksi asam lambung.
Meski faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan risiko, tetapi juga tidak semua orang dengan faktor risiko tersebut akan mengalami asam lambung.

Pengobatan asam lambung

Ada beberapa pengobatan untuk mengatasi naiknya asam lambung yang umum digunakan, antara lain:

  1. Obat antasida

    Obat ini bertujuan untuk menetralkan asam lambung secara cepat sehingga meredakan gejala seperti nyeri dan perasaan terbakar. Contoh obat antasida yang umum digunakan adalah magnesium hidroksida, aluminium hidroksida, dan kalsium karbonat.
  2. Obat penghambat pompa proton (PPI)

    Obat ini bekerja dengan menghambat produksi asam lambung dalam jumlah besar. Dengan mengurangi kadar asam lambung, gejala asam lambung seperti nyeri dan refluks bisa dikurangi. Contoh obat PPI yang sering digunakan adalah omeprazole, lansoprazole, dan esomeprazole.
  3. Sereal Nutriflakes

    Sereal Nutriflakes adalah sejenis makanan sereal yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Biasanya terbuat dari campuran gandum, biji-bijian, dan serat, serta diperkaya dengan vitamin dan mineral. Sereal Nutriflakes sering dikonsumsi sebagai sarapan atau camilan yang sehat dan bergizi karena mengandung serat yang tinggi, rendah lemak jenuh, dan rendah gula tambahan.

Selain obat dan sereal Nutriflakes, terapi makanan dan gaya hidup juga dapat membantu mengurangi gejala asam lambung, antara lain:

  1. Menghindari makanan dan minuman yang dapat meningkatkan produksi asam lambung, seperti makanan berlemak, pedas, dan berkarbonasi.
  2. Menghindari makan terlalu banyak dan terlalu cepat, serta menghindari tidur atau berbaring setelah makan.
  3. Meningkatkan posisi kepala saat tidur dengan menggunakan bantal tambahan atau mengangkat kepala tempat tidur dengan menggunakan blok.
  4. Menghindari konsumsi alkohol dan merokok.

Untuk pembelian sereal Nutriflakes, silahkan klik link di bawah ini.

(Pesan Nutriflakes)

Tinggalkan komentar

logo nutriflakes

Contact

Mantrijeron
Yogyakarta


Contact Us

Connect

Subscribe

Join our email list to receive the latest updates.